Langsung ke konten utama

Tulisan Arab La Tahzan Innallaha Ma'ana | Kata-Kata

masnasih.com - Tulisan Arab La Tahzan biasa dipakai untuk menghibur orang beda yang sedang bersedih. Dengan mengantarkan tulisan ini diinginkan mampu mengingatkan orang lain guna ingat bahwa Allah memahami segalanya dan selalu bareng hamba-Nya yang sholih. Dipostingan ini saya hendak menyampaikan sejumlah hal yang sehubungan dengan la tahzan. Semoga bermanfaat. 

Tulisan Arab La Tahzan Innallaha Ma'ana | Kata-Kata

Disini saya ingin membahas lebih lengkap tentang la tahzan.

Tulisan Arab La Tahzan Lengkap

Berikut ini adalah beberapa tulisan arab la tahzan baik yang gundul tanpa harakat maupun yang berharokat beserta artinya. Gambar dp dan bisa dicopy.

Tulisan Arab La Tahzan Innallaha Ma`ana Gundul dan Berharokat

لاتحزن إن الله معنا
لَاتَحزَن اِنَّ اللّٰهَ مَعَنَا

´Jangan Bersedih Sesungguhnya Allah Bersama Kita`

Tulisan Arab La Takhof Wala Tahzan Innallaha Ma`ana

لاتخف ولاتحزن إن الله معنا
لَاتَخَف وَلَاتَحزَن اِنَّ اللّٰهَ مَعَنَا

´Jangan Takut dan Jangan Bersedih Sesungguhnya Allah Bersama Kita`

Kata Kata La Tahzan Ya Ukhti

Jangan bersedih, meskipun kau paling merasa tersakiti dengan apa yang disebutkan orang beda terhadapmu. Jangan bersedih, meskipun apa yang kau perbuat belum membuahkan hasil yang memuaskan guna dirimu. Jangan bersedih, meskipun tatkala orang lain memandang rendah terhadap keterampilan yang kau miliki.

Jangan bersedih, meskipun anda telah tidak sedikit kali terjatuh dan tersungkur sehingga berkeinginan menangis. Jangan bersedih, meskipun tidak sedikit onak duri yang menjadi rintangan dalam menjangkau apa yang kau inginkan. Jangan bersedih, meskipun saat tersebut kau merasa terkucilkan dari kehidupanmu.

Karena ketahuilah,apa yang kau lakukan andai bersedih, tersebut tidak bakal membuahkan hasil apa-apa, tidak akan dapat merubah apapun menjadi lebih baik, berduka tidak menghilangkan sakit hatimu, berduka tidak menjadikan hasil kerjamu memuaskan, berduka tidak menciptakan orang memandang hormat kepadamu.

Bersedih tidak membantumu guna tidak terjatuh lagi, berduka tidak menghilangkan rintangan yang kau hadapi dan berduka juga tidak membuatmu dapat diterima didalam lingkunganmu.

Laa Tahzan ya ukhti. Hidup ini memang sarat dengan cobaan yg mesti dihadapi, namun yakinkanlah dari dalam lubuk hatimu, bahwa Allah tidak bakal menguji seseorang melebihi keterampilan dirinya, sesudah gelap tentu terang kan menjelang, yakinlah itu. Ujian dan cobaan yang diserahkan kepada kita, kepahitan dan keperitan yang anda rasai, tentu ada arti di sebalik tersebut semua, bermukim bagaimana teknik kita guna mensyukurinya.

Jangan fobia dan tidak boleh bersedih. Jika ini ketentuanMu, ku jajaki tabahkan hatiku, sebab pasti tersirat sesuatu di balik yang tersurat itu. Karena ku insan biasa, tidak terdaya memikirkan apakah hikmahnya? apakah rahasianya? Hidup ini terus berputar, tiada masa guna lengah, tiada masa guna patah.

Ku kuatkan hati yang serapuh kaca ini, ku salutkan bareng doa tulus suci, sebab doa tersebut tersimpan satu kekuatanku, kekuatan dari yang Empunya segalanya. Dan tentunya dunia bukan milikku sendiri,untukku atur segalanya, sebab yang takdir tersebut mengatasi tadbir. tadbir dari insan yang lemah, takdir dari Tuhan Yang Maha Mencipta.

Ku simpan segala pahit dan duka,dalam surat kehidupan ini, yang sarat sirat pengajaran di balik yang terjadi tentu ada yang terjanji termateri sesuatu yang pasti andai kau ridho peraturan Ilahi.

Alangkah tidak sedikit jalan terbit yang datang selepas rasa putus harapan dan betapa tidak sedikit kegembiraan datang selepas kesusahan. Siapa yang berbaik sangka untuk Penguasa 'Arasy dia bakal memetik manisnya buah yang dpetik di tengah tengah pohon berduri.

"Pimpinlah kami dalam menjalani kehidupan fana ini dengan kasih sayangMu yang tiada batasannnya."

La Tahzan. Perbuatan baik tentu akan dijawab dengan kebajikan yang lebih baik.

La Tahzan. Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

La Tahzan, Selalu terdapat jalan di masing-masing permasalahan

La Tahzan, Tak percayakah Allah senantiasa menyayangi dan memahami segala yang anda butuhkan?

Hidup bukan guna bersedih, La tahzan semuanya bakal baik,-baik saja.

Masalah tidak boleh buat dirimu semakin sedih, La tahzan jadikan masalah sebagai jalan yang memang mesti dilewati dengan hati yang lapang.

La Tahzan. Hidup tersebut mudah melulu melakukan keharusan dan meninggalkan larangan.

Jangan Bersedih, Inilah Kiat-Kiat guna Bahagia

Sadarilah bahwa andai Anda tidak hidup melulu dalam batasan hari ini saja, maka bakal terpecahlah benak Anda, bakal kacau seluruh urusan, dan bakal semakin menggunung kesedihan dan kegundahan diri Anda. Inilah arti sabda Rasulullah: "Jika pagi tiba, janganlah menantikan sore; dan andai sore tiba, janganlah menunggu sampai waktu pagi."
Lupakan masa kemudian dan seluruh yang pernah terjadi, sebab perhatian yang terpaku pada yang sudah lewat dan berlalu merupakan ketidaktahuan dan kegilaan.
Jangan menyibukkan diri dengan masa depan, karena ia masih sedang di alam gaib. Jangan pikirkan sampai ia datang dengan sendirinya.
Jangan gampang terguncang oleh kritikan. Jadilah orang yang teguh pendirian, dan sadarilah bahwa kritikan tersebut akan mengusung harga diri kita setara dengan kritikan tersebut.
Beriman untuk Allah, dan beramal salih ialah kehidupan yang baik dan bahagia.
Barangsiapa mengharapkan ketenangan, keteduhan, dan kesenangan, maka dia mesti berdzikir untuk Allah.
Hamba mesti menyadari bahwa segala sesuatu menurut peraturan qadha' dan qadar.
Jangan menantikan terima kasih dari orang lain.
Persiapkan diri Anda guna menerima bisa jadi terburuk.
Kemungkinan yang terjadi tersebut ada baiknya guna diri Anda.
Semua qadha' untuk seorang muslim baik adanya.
Berpikirlah mengenai nikmat, kemudian bersyukurlah.
Anda dengan seluruh yang terdapat pada diri Anda telah lebih tidak sedikit daripada yang dipunyai orang lain.
Yakinlah, dari masa-masa ke waktu tidak jarang kali saja terdapat jalan keluar.
Yakinlah, dengan musibah hati bakal tergerak guna berdoa.
Musibah tersebut akan mengasah nurani dan menguatkan hati.
Sesungguhnya sesudah kesulitan tersebut akan terdapat kemudahan.
Jangan pernah hancur melulu karena perkara-perkara yang sepele.
Sesungguhnya Rabb tersebut Maha Luas ampunan-Nya.

La Tahzan - Jangan Menunggu Waktu yang Pasti Datang - Berbuatlah Baik

Berbuat Baik sembari menunggu

Ketika masa-masa pagi, tidak boleh menunggu senja hari. Ketika tiba masa-masa sore tidak boleh menunggu esok pagi. Hidup bukan guna menunggu, namun untuk beribadah dan menggandakan amal baik. Menunggu melulu akan menciptakan kita was-was. Hendaknya disela-sela menunggu dipenuhi dengan hal-hal yang bermanfaat.

Dunia ialah penjara untuk seorang muslim sekaligus ladang guna beramal. Banyak godaan yang mesti anda hadapi, tidak sedikit masalah yang mesti anda selesaikan dengan kepala dingin, dan tidak sedikit musuh yang mesti anda waspadai. Dengan adanya godaan maka disini anda diuji guna bertahan dan memperkuat iman. Ketika kita dapat bertahan maka surga akan anda dapatkan, saat kita tak dapat bertahan maka kita malah dijauhkan dari surga.

Masalah ialah salah satu proses yang mesti anda hadapi. Dengan adanya masalah menciptakan kita dapat beramal lebih banyak. Baik tersebut beramal dengan ilmu maupun beramal dengan tindakan baik. Adanya masalah pun menumbuhkan pengetahuan baru dan semakin tidak sedikit ilmu semakin tidak sedikit pula ladang guna beramal.

Musuh menciptakan kita dapat berlatih sabar. Ada musuh nyata dan musuh tidak nyata. Musuh nyata ialah orang yang mencelakakan kita pada ketidakbaikan, dan musuh tidak nyata berasal dari diri anda sendiri. Nafsu dan godaan syetan dari dalam diri anda sendiri malah yang sangat berbahaya. Menjaga diri guna bersabar ialah salah satu kebajikan yang spektakuler dan menjadi dalil kita dapat masuk pulang ke surga.

Manusia ialah berasal dari surga, dan lokasi kembalinya ialah surga. Maka di dunia, manusia ialah makhluk asing laksana musafir yang sedang bepergian jauh ke luar kota. Perbuatan baik ialah sesuatu yang bisa menjadikan anda masuk pulang ke surga. Dan tindakan buruk kita ialah sesuatu yang merintangi kita guna kembali ke surga.

Maka di dunia ialah tempat penantian anda untuk mengarah ke ke surga. Ada saatnya anda akan dibalikkan kembali ke sana. Namun terdapat sesuatu yang mesti saya dan anda lakukan yaitu beriman dan melakukan baik sekitar hidup supaya diterima pulang di dusun halaman surga.

Di dunia, kita ialah khalifah. Maka terdapat misi melakukan baik dan menyebarkan kebajikan selama hidup di dunia. Apabila saya dan anda bisa melakukannya dengan baik, maka anda akan bahagia selamanya di surga.

La Tahzan - Kebodohan dan Kegilaan Hidup Pasti Ada

Keledai

Kebodohan ialah sesuatu yang dilaksanakan tanpa ilmu. Kegilaan ialah melampaui batas kewajaran. Dua urusan ini pernah saya rasakan bahkan kini pun saya masih merasakannya di saat-saat tertentu. Misalnya ketidaktahuan yang saya lakukan ialah ketika saya terlampau sibuk dengan aktivitas, namun melupakan makan. Akhirnya saya sakit-sakitan.

Kegilaan yang saya lakukan ialah mengakui kekeliruan dan rela menerima suasana walaupun barangkali muka ini mau diletakkan dimana. Bayangkan saat salah dan mengakui kesalahannya, malas dan mengakui kemalasannya. Ini menciptakan harga diri turun seketika.

Namun semua ketidaktahuan dan kegilaan terdapat plus minusnya. Kebodohan yang saya kerjakan menjadikan saya lebih memahami akan suatu ilmu yang barangkali juga dilalaikan oleh orang lain. Dan kegilaan saya menciptakan saya terlepas dari sifat-sifat yang tercela. Dan pun mungkin sebagai ganjarannya saya mesti menikmati yang namanya latihan malu. Malu dipermalukan orang lain.

Gila terkadang diperlukan. Namun jadikan kegilaan tersebut sebagai sarana untuk menjangkau sebuah sesuatu. Misalnya berangan-angan yang menurut keterangan dari orang lain ialah gila, tidak boleh menyerah, tetap pada kegilaanmu sebab kegilaan itulah yang bakal membuatmu berhasil dan dapat menjawab pertanyaan orang-orang yang tak meyakini impianmu.

Bodoh tersebut terkadang pun perlu. Namun terlalu bebal itu jangan, karena tersebut membahayakan dirimu sendiri. Sebisa barangkali untuk menjadi orang cerdas yang dapat membaca kondisi dan kondisi supaya semuanya baik-baik saja.
La Tahzan - Masa Depan Pasti Akan Datang
Menunggu masa mendatang yang tentu datang

Kebiasaan kita ialah menunggu masa depan. Memikirkan masa mendatang yang tentu akan datang. Aneh namun nyata masa depan ialah alasan seseorang guna menyibukkan diri. Bukan sibuk sebab bekerja, tetapi sibuk dengan pikirannya. Ia sibuk dan berlaku laksana orang sibuk sebenarnya tak terdapat sesuatu kegiatan apapun yang ia kerjakan terkecuali melulu memikirkan saja.

Tak dapat dipungkiri, saya juga baru menyadari, ternyata kegalauan saya berasal dari memikirkan masa mendatang yang tentu akan datang, namun saya tak sempat dengan proses guna mencapai khayalan tersebut. Hal tersebut berjalan secara otomatis tanpa saya sadari.

Kegalauan yang saya rasakan ialah ketika saya malah berhenti dan tidak mengerjakan apa-apa melainkan melulu memikirkan masa mendatang yang mungkin mencekam atau malah menyenangkan. Namun benak yang semacam ini melulu membuat diri saya malah terpuruk saat melangkah target waktu namun saya tak mendapatkannya.

Ini ialah contoh sederhananya

Keinginan saya ialah sukses sebelum kuliah, ini ialah hal yang tidak jarang kali saya pikirkan dan tidak jarang kali saya usahakan. Namun terkadang saya lalai dengan proses yang mesti saya lakukan. Saya terlalu konsentrasi dengan apa yang saya harapkan, tetapi tak konsentrasi pada proses yang mesti saya lakukan. Saya mengharapkan sebuah income dari blog, tetapi saya malas guna menulis. Inilah yang menciptakan saya terpuruk saat merasa pencapaian tersebut sangat susah didapatkan.

Saya menargetkan adanya penambahan pengunjung masing-masing bulannya, tetapi yang terjadi ialah mengalami penurunan. Inilah yang menciptakan pikiran galau sebenarnya ini ialah proses yang mesti dijalani dengan sepenuh hati. Dengan proses yang tidak gampang akan menciptakan kita semakin kuat.

Terkadang tidak sedikit orang yang memahami apa yang mesti dilakukan. Namun tak tidak banyak pula mereka mengabaikan. Banyak orang yang memahami bisnis itu dapat membuat kaya. Namun mereka tak melakukannya.

Memang seluruh ada jobnya masing-masing. Dan mereka tidak dapat memaksakan dirinya guna terjun ke dunia yang tak disukainya. Namun memang terkadang mesti dipaksakan guna dijadikan batu loncatan. Loncatan lebih tinggi daripada tak mengerjakan apapun sebelum mengejar keberhasilan tersebut sendiri.

Masa depan tentu akan datang. Maka mesti direncanakan, dikerjakan, namun tidak boleh terlalu dipikirkan. Dipikirkan disini dengan kata lain menginginkan suatu hasil tanpa mengerjakan prosesnya. jadi hanya beranggapan tanpa bertindak.
La Tahzan - Hidup Itu Sawang Sinawang - Merasa Paling Susah / Bahagia
Gambar Orang yang sedang galau

Postingan kali ini akan bertolak belakang dengan postingan-postingan sebelumnya. Saya akan tidak banyak curhat tentang waktu kelam saya sekitar menjalani kehidupan dan dengan mencatat semacam ini saya lebih menemukan ketentraman dikomparasikan harus curhat dengan seseorang yang terkadang menemukan respon yang menjengkelkan dan buat mood tambah tidak cukup baik.

Sudah genap enam bulan saya ngeblog dan akhir-akhir ini saya menemukan kejutan berupa kunjungan blog yang menurun secara bertahap. Walaupun penurunannya tidak hingga 50% akan namun ini menciptakan saya menjadi down dan merasa segala usaha yang saya kerjakan akan sia-sia. Ukuran kesia-siaan dari usaha saya ialah tidak sesuainya target yang telah saya tetapkan.

Saya telah memutuskan setiap bulannya mendapatkan ekstra pengunjung 50 dan terus meningkat. Namun dengan adanya penurunan ini saya menjadi terganggu dan guna menulis tulisan jadi tidak cukup semangat. Belum lagi 3 hari terakhir ini saya sengaja mengedit template langsung pada blog yang masih terdapat pengunjungnya, sampai-sampai performa blog menjadi terganggu.


Adanya error di template pun membuat saya menjadi lebih khawatir andai nantinya ada ketidaksesuaian asa dengan fakta dan akhirnya menciptakan saya putus asa di tengah jalan. Sampai ketika ini saya benar-benar perlu sebuah penyemangat dan sokongan untuk tetap bertahan salah satu kegalauan ini.

Belum lagi kini saya masih melaksanakan tugas sebagai mahasiswa, pastinya ini lebih tak waras lagi. Pikiran yang begitu cabang, saat dipaksakan untuk dibulatkan akan menjadi masalah tersendiri untuk kehidupan saya ketika ini. Mungkin tampak sepele, tetapi dampaknya paling luar biasa. Bayangan-bayangan tugas dan dosen yang sinis menciptakan saya tak mau menginjakkan kaki di kampus.

Melihat kehidupan saya semester lalu, saya dapat sangat optimis menjalani kehidupan dengan dua cabang itu, namun semester ini benak saya belum lumayan untuk mengerjakan ke arah situ, perlu strategi baru guna menjalani kehidupan baru. Selain sebab galau blog, pun semester ini saya terlalu tidak sedikit mengambil jam kuliah sampai-sampai ini sangat spektakuler efeknya.

2.5 tahun yang lalu, urusan ini sudah terjadi, dan kelihatannya ini mengulang kejadian itu. Namun ada tidak banyak perbedaan sebab sekarang saya merasa lebih baik walaupun belum cocok denga yang saya harapkan sebelumnya. Yah. Luar biasa membina bisnis dari nol tersebut susah memang. Jadi perlu penyemangat. Tanpa penyemangat akan gampang rapuh walaupun barangkali komitmen sudah paling kuat.

Terkadang saya mesti dilema sebab di tawarkan dua opsi yang menciptakan saya bingung dalam memilihnya. Memilih konsentrasi pada passion, atau melanjutkan apa yang telah terlajur terlewati yakni kuliah. Tak jarang, kuliah seketika menjadi mimpi buruk yang menakutkan di benak saya. Serius, ketika ini saya paling terpaksa dalam menjalani kehidupan di kampus.

Seandainya saya tak memiliki orang yang menginginkan saya guna melanjutkan, niscaya saya telah hengkang dari dunia perkuliahan ketika itu. Dunia perkuliahan tak sekedar pada kuliah, dan menggarap tugas, akan namun ada duni organisasi yang menciptakan pikiran tambah kebingungan. Entah mengapa saya masih tergiur dengan dunia ini.

Dulu saya paling senang dan paling bangga saat mengikuti suatu organisasi. Bahkan saya menjadi orang urgen termasuk ketua di organisasi. Masa-masa yang terkadang menciptakan saya hendak mengulangnya. Namun kini dunia saya telah berbeda. Dunia yang kelihatannya alergi dengan yang namanya organisasi. Namun tetap saja tergiur dengan iming-imingan jabatan tertentu di organisasi.

Yah, walaupun saya paling acuh tak acuh terhadap organisasi, tetapi 3 tahun terakhir ini saya dipaksa untuk menempati jabatan di organisasi. Dan ini jabatan yang paling vital di era masa kini. Era digital, era online, era milenial, dimana seluruh orang terhubung dengan internet, dan segala sesuatu yang diperlukan ada di internet.

Saya diamanati sebagai pengelola web. Dan sekitar 3 tahun tak terdapat yang maksimal. Dari mulai organisasi HMPS (HMJ), DEMA Fakultas, Organisasi Ekstra Tingkat Wilayah Regional Jawa Tengah, Sampai dengan Organisasi Senat Mahasiswa Institut. Semuanya tak terdapat yang maksimal. Sekarang masih menjabat di Organisasi Ekstra dan Senat Mahasiswa (Entah sah atau tidak).


Coba bayangkan berapa jumlah tanggungan benak saya ketika ini?

Mari anda hitung satu persatu.
Kuliah 22 sks (6 hari)
Tugas kuliah
Biaya kuliah
2 Organisasi
Blog
Skripsi
Oke anda anggap hanya ada 6 poin saja. Sekarang anda jabarkan satu persatu.
Kuliah 22 sks 6 hari
Yah berasa laksana sekolah lagi kan? Libur hanya hari sabtu. Kuliah materinya buat pusing sebab yah terlalu tidak sedikit materi yang saya benci. Serius benci karena jenuh walaupun telah dipaksakan guna suka tetap saja benci. Terlebih lagi mesti hitung-hitungan. Pusinglah, sebab saya tidak suka dengan hitung-hitungan walaupun saya suka memperhitungkan kehidupan. Hehe..
Tugas kuliah
Jangan dirasakan remeh tugas kuliah. Ini membutuhkan tidak sedikit waktu guna mengerjakannya. Jika dipikir-pikir, tugas kuliah ini yang buat mahasiswa nggak punya masa-masa untuk beranggapan tentang kehidupannya. Tugas kuliah untuk saya ialah hal yang sangat saya benci sebab ini paling mengganggu benak dan juga kegiatan saya sehari-hari.

Banyak sekali tugas-tugas yang paling tidak cocok dengan keterampilan saya. Termasuk tugas untuk penelitian secara langsung ke lokasi yang diinginkan oleh dosen. Saya tipe orang rumahan, maka saat ditugaskan ke lapangan ini cukup berat walaupun tugas tim. Tugas tim pun memerlukan tidak sedikit waktu guna berpikir. Berpikir masa-masa yang tepat guna bergerak bersama.

Mencari masa-masa yang pas di tim tersebut yang cukup ribet. Karena tiap orang bertolak belakang jam kuliahnya. Kalau dipikir ini bakal menjadi suatu beban, dan saya memikirkannya. Berarti beban untuk benak saya meningkat banyak.
Biaya Kuliah
Pekerjaan saya ialah menulis di blog, dan saya masih merintis baru enam bulan. Tak terdapat pemasukan yang saya dapatkan tetapi dari belas kasihan family dan Allah Yang Maha Kaya. Terkadang ongkos kuliah menjadi masalah yang tak dapat diatasi dengan berjuang dan berdoa. Harus dijalani dengan lapang dada, di lokasi tinggal menyebutkan artikel kagalauan. hehe.

Saat ini saya tak terkendala dengan ongkos kuliah, melulu saja perasaan yang masih kalang kabut sebab visitor blog yang anjlok. Semoga semakin membaik. Biaya kuliah yang saya maksud berhubungan dengan ongkos operasional, paling tidak buat tugas dan bolak-balik kampus (bensin).

Tak terdapat waktu bikin jalan-jalan sebab tak punya uang. Tak ada masa-masa buat melakukan pembelian barang di pasar mingguan sebab tak punya uang. Tak terdapat traktiran ketika ulang tahunan, sebab tak punya uang. Walaupun tak punya uang, tetapi kehidupan saya masih cukup, dan segala keperluan yang sangat krusial telah terpenuhi dengan baik. Allah Maha Pemurah.
2 Organisasi
Karena sebetulnya saya telah alergi terhadap organisasi, maka saya sepertinya melalaikan tugas yang mesti saya jalankan di organisasi. Sikap laksana inilah yang menciptakan saya meningkat jauh denga organisasi. Organisasi ialah tempatnya orang berbagi dan ikhlas mengabdi. Sedangkan saya belum lumayan untuk berpikiran kesitu. Atau saya telah bukan arahnya kesitu.

Perasaan saya paling sensitif terhadap masing-masing komunikasi yang terjalin di organisasi. Saat ini saya menjadi orang yang paling berperasaan, gampang tersakiti sebab merasa asing dan sendiri. Merasa terbebani oleh tugas yang mesti diemban, walaupun barangkali terkadang ada rekan yang definisi dengan posisi saya ketika ini.

Aneh namun nyata. Dulu saya ialah orang yang sangat hebat ibaratnya. Dan kini sebaliknya. Saya dapat melihat, saya ketika ini ialah orang yang saya benci ketika itu. Ataupun orang yang saya anggap wagu ketika itu. Ketika saya menjadi pemimpin, saya mendapati orang yang sama kondisinya laksana saya ketika ini. Mungkin berikut yang disebut roda kehidupan. Dan anda tidak dapat memaksakan orang beda untuk mengerjakan sesuatu kecuali ia melakukannya dengan keinginannya sendiri.
Blog
Blog ialah sesuatu yang tidak pernah saya tinggalkan dari masa-masa ke waktu. Walaupun sesibuk apapun pekerjaan saya ketika itu, saya tetap menyempatkan waktu guna mengelolanya. Sekalipun sedang galau tetap saja saya memperhatikannya, sebab saya merasa inilah lokasi saya, dan inilah asa saya untuk masa mendatang saya, walaupun terkadang saya bingung dan merasa tidak yakin.

Menulis semacam ini menciptakan pikiran saya menjadi tenang. Tanpa mencatat hidup saya menjadi tidak tenang dan merasa terdapat yang kurang. Saya paling sadar terkadang saya ini apa sih. Saya merasa bukanlah siapa-siapa, dan apa yang saya kerjakan tak ada dengan kata lain di hadapan sesama manusia, terlebih lagi dihadapan Allah SWT.

Saya merasa sebutir debu atau bahkan kotoran yang tak terdapat gunanya, dibenci oleh seluruh orang, sombong, angkuh, tak terdapat yang dapat diharapkan. Di ketika inilah saya merasa melulu Allah lah yang dapat menolong saya. Hanya Allah lah yang dapat merubah kehidupan saya menjadi lebih baik. Hanya bisa bercita-cita dan bercita-cita untuk dijadikan orang yang hidup lebih baik.
Skripsi
Di semester tua ini (semester 8), saya belum menyentuh skripsi. Jangankan skripsi, teori saja masih tidak sedikit yang belum saya selesaikan. Masih tidak sedikit sekali teori yang saya tinggalkan dan sebagiannya lagi butuh mengulang sebab kemalasan saya masa-masa itu. Ini benar-benar menjadi beban tersendiri untuk hidup saya ketika ini.

Maka saat ada orang yang mengingatkan, saya ingin sakit hati sebab yang saya butuhkan ketika ini ialah dukungan dan motivasi, bukan suatu pertanyaan, peringatan, cacian, ataupun hinaan yang malah membuat hati ini semakin dalam memikirkannya. Hati dapat sampai berpikir, ini spektakuler hehe..

Maka sekali lagi saat saya diam, tidak boleh disalahkan, sebab saya ketika ini sedang perlu dukungan. Saya perlu teman guna melupakan pikiran-pikiran yang menjadi beban, bukan rekan yang mengingatkan beban benak saya. Maka butuh saya ucapkan disini bahwa saya kini ibarat roda, sedang sedang di bawah. Di bawah tersebut tentunya terasa berat, sebab harus menanggung beban dan bersentuhan dengan tanah.

Harus bergesekan dengan tanah, dapat jadi tanah liat, tanah comberan, tanah yang terdapat kotoran hewannya dan beda sebagainya. Belum lagi beban yang mesti di tanggung terlampau berat. Ibarat sepeda bikin anak, anak namun ditunggangi oleh orang dewasa, gemuk pula. Ini paling parah bukan?

Luar biasa memang kehidupan ini. Saya tidak dapat membayangkan andai sebulan saja menghadapi kondisi yang laksana ini tanpa henti tanpa solusi, apakah saya dapat kuat menghadapinya.



Terima kasih sudah menyimak curhatan saya. Jangan anggap itu ialah sebuah tuntunan, namun anggaplah artikel ini menjadi pelajaran supaya Anda tidak mengerjakan kegilaan ini, supaya Anda dapat lebih baik dari saya, supaya Anda dapat menghadapi urusan semacam ini dengan benak yang tersingkap tidak sesempit saya ketika ini.

Silakan nilai diri saya, dan bandingkan dengan Anda, apakah kita lebih beruntung dari saya? Jika merasa lebih beruntung silakan maksimalkan tuah Anda. Pertahankan keberuntungan tersebut sebelum kegalauan ini hadir di kehidupan Anda.






Semoga Allah SWT mencerahkan benak kita, hati kita, sampai-sampai kita dapat menghadapi semua persoalan yang terdapat di dunia dengan tenang dan damai. Laa haula wala quwwata illa billah. Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin. Ihdinash shirootol mustaqiim. Shirootolladziina an'amta 'alaihim. Ghoiril maghdzuubi 'alaihim. Waladldloolliin. Aamiin.
La Tahzan - Iman dan Amal Salih ialah Sebuah Kebahagian
Beriman dan Beramal Shalih
Iman ialah kenikmatan yang luar biasa, sebab dengan iman seseorang dapat masuk ke dalam surga sekalipun ia semasa hidupnya ialah pendosa. Bagi semua pendosa dapat masuk surga dengan daftar ia mesti menjalani siksaan dulu untuk mencuci dosa-dosa yang sudah diperbuatnya. Dan untuk orang yang semasa hidupnya tidak mengerjakan dosa atau bertaubat dan mendapat ampunan dari Allah sebelum kematiannya, maka ia bakal masuk surga tanpa mesti dianiaya terlebih dulu.

Dalam Q.S. Az-Zalzalah ayat 7-8 dilafalkan barang siapa yang mengerjakan amal tindakan tidak baik sekecil apapun, maka ia bakal mendapat balasan. Dan barang siapa yang mengerjakan amal tindakan baik sekecil apapun, maka ia bakal mendapatkan balasan pula. Ayat ini menjelaskan bahwa amal kebajikan maupun amal ketidakbaikan, semuanya bakal dibalas. Amal yang tidak baik akan dijawab dengan siksaan, dan amal baik akan dijawab dengan kenikmatan.

Amal shalih ialah perbuatan yang baik. Orang yang beramal shalih belum dikategorikan sebagai orang yang bahagia tanpa adanya iman. Amal shalih tanpa iman tak bakal pernah menjadikan seseorang masuk surga. Surga ialah tempat yang sarat dengan kebahagiaan. Maka guna mendapatkan kebahagiaan kriteria utamanya ialah iman, dilanjutkan dengan amal shalih.

Surga diperoleh dengan keimanan. Amal shalih ialah syarat guna mendapatkan pahala/kebahagiaan yang lebih banyak. Ketika seseorang dalam hidupnya melulu melakukan amal shalih dan tidak mengerjakan amal yang thalih (tidak baik), maka orang itu akan menemukan kebahagiaan yang spektakuler yaitu masuk surga tanpa disiksa.
La Tahzan - Berdzikir Membuat Hati Tenang, Teduh, dan Senang
Dzikir Itu Menenangkan

Masalah seringkali menciptakan kita menjadi galau, sedih, dan putus asa. Hati yang sedang bahagia menjadi merasa sengsara sebab munculnya suatu masalah yang datang tak terduga-duga. Masalah memang datang pada siapa saja, tak menyaksikan apakah dia kaya ataupun miskin, tak menyaksikan apakah ia baik atau tidak. Masalah ialah sunnatullah yang tentu ada di dalam kehidupan di dunia.

Masalah ialah sesuatu yang diluar dari harapan. Ketika fakta tak cocok dengan keinginan, itulah yang disebut dengan masalah. Maka masalah yang muncul dapat berupa cobaan, atau peringatan dari Allah supaya manusia ingat pada Sang Penciptanya, Allah SWT. Mengingat Allah SWT ialah cara terbaik untuk membalikkan kegalauan, kesedihan, dan keputusasaan.

Berdzikir, menilik Allah SWT dapat mendinginkan hati dan pikiran. Seringkali anda terlalu congkak dengan peringatan-peringatan kecil dari Allah SWT. Ketika anda sehat tidak memakai kesehatan anda dengan sebaik mungkin. Kita malah mengisinya dengan kegiatan-kegiatan yang unfaedah, hiburan, foya-foya dsb. di saat tersebut Allah mengingatkan anda dengan perantara orang yang mengingatkan. Namun seringkali kita mengabaikannya. Sehingga pada waktunya, Allah mengingatkan anda dengan cobaan yakni sakit.

Sakit ialah salah satu masalah yang tentu pernah dirasakan oleh insan selama hidup di dunia. Dalam suasana sakit, mengeluh malah membuat suasana semakin tidak membaik. Maka dengan berdzikir, mendekatkan diri untuk Allah, menyadari semuanya dan memberikan semuanya untuk Allah setelah berjuang berobat, akan menciptakan hati menjadi tenang.

Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. sakit atau sembuh ialah hak prerogatif Allah SWT. Maka sebagai makhluk anda hanya dapat berikhtiar supaya masalah yang sedang anda alami terselesaikan. Namun anda harus sadar diri bahwa semuanya terserah pada Allah SWT.

Tak melulu pada misal sakit saja, seluruh masalah yang anda hadapi, contohnya masalah ekonomi, sosial, dsb; semuanya mesti dibalikkan kepada Allah SWT. Dengan membalikkan semuanya pada Allah, maka hati anda akan merasa tentram, teduh dan nyaman. Berdzikir menyadari semuanya datang dari Allah, dan untuk Allah lah semuanya bakal kembali. Maka hati anda akan merasa tentram dan tak terdapat ketakutan di dalamnya.

Masalah yang datang ialah peringatan dari Allah SWT. Peringatan ialah tanda Allah mengingatkan kita guna kembali ke jalan-Nya. Itulah format nyata kasih sayang Allah untuk hambanya. Maka saat kita memahami masalah yang datang ialah peringatan dari Allah, maka rasa senang bakal muncul. Merasa nikmat sebab masalah yang datang ialah bentuk kasih sayang Allah SWT. Dengan begitu, keimanan anda akan bertambah. Masya Allah. Wallahu A'lam.
La Tahzan - Qadha' dan Qadar Allah Itu Pasti
Qada dan Qadar

Masya Allah. Allah Maha Agung, Maha Mengetahui masing-masing sesuatu yang terdapat di dunia, sebab semuanya ialah qada dan qadar Allah SWT. Segala sesuatu yang terdapat di dunia ini ialah ketetapan Allah SWT. Manusia tidak dapat merubah peraturan dari Allah SWT.

Ketika anda sudah berjuang dengan sekuat tenaga dan pikiran, tetapi kita belum dapat mendapatkan apa yang anda harapkan, maka itulah ketetapan Allah SWT. Ketika kita hendak kaya, telah bekerja siang malam, berdoa masing-masing waktu, dan sudah menghabiskan tidak sedikit waktu, tetapi kita belum menemukan kekayaan yang anda harapkan, maka itu ialah ketetapan Allah SWT.

Qada dan Qadar ialah rukun iman yang ke enam. Kita mesti mempercayai bahwa dunia dan seisinya ini sudah ditata oleh Allah SWT. Kita mesti mempercayai dengan sepenuh hati. Kita tidak dapat mengabaikan begitu saja dan tidak percaya pada ketetapan Allah SWT, karena dapat membuat batal iman kita.

Kita sebagai insan di dunia ini hanyalah guna berusaha, berusaha, dan berjuang dengan asa menjadi orang baik yang cocok dengan yang anda harapkan, dan cocok dengan syariat Islam. Ada kaidah-kaidah yang mesti anda penuhi dalam menjalani kehidupan ini. Dengan kaidah yang telah diputuskan dalam syariat Islam, maka kita dapat berjalan di jalan yang lurus, yakni jalan orang-orang yang diridhoi oleh Allah SWT.

Kita mesti menyadari saat usaha yang sudah saya dan anda lakukan dengan baik, dengan sepenuh hati, dengan hati-hati dan seterusnya, tetapi tak membuahkan hasil, itulah takdir Allah SWT. Kita tidak pernah dapat merubah takdir sebab takdir sudah diputuskan pada zaman azali, sebelum kita dicetuskan ke dunia.

Memang idealnya saat kita inginkan berusaha, maka anda akan mendapatkannya, menemukan sesuatu yang anda harapkan. Namun andai takdir berbicara lain, maka anda tak dapat menghindarinya, dan anda harus menjalaninya dengan hati yang lapang. Allah lebih tau, Allah lebih memahami apa yang terbaik guna kita, dan Allah tidak menyerahkan cobaan melebihi batas keterampilan kita menerimanya.

Maka percayalah bahwa ketetapan Allah ialah yang terbaik guna kita jalani. Namun tidak boleh pernah putus harapan dan tidak boleh menyerah guna terus berjuang menjadi orang yang baik dan tidak jarang kali bertaqwa untuk Allah SWT, sebab iman dan taqwa ialah nikmat Allah yang sesungguhnya. Wallahu A'lam.
La Tahzan - Ketika Memberi, Jangan Mengharap Kembali
Jangan Berharap Kembalian dari Memberi

Memberi ialah perbuatan baik yang disarankan dalam Islam. Dalam suatu hadits disebutkan اْليَدُّ اْلعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ اْليَدِّ السُّفْلى {tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah}. Memberi sesuatu baik tersebut infak maupun sedekah, mesti ikhlas bukan sebab menginginkan sesuatu, baik tersebut berupa pujian dari orang lain, maupun mengharap terima kasih dari orang lain. Mengharapkan sesuatu malah membuat amal kebajikan kita sia-sia.

Ketika dalam memberi, kita menginginkan sebuah pujian, dalam artian pamer / riya', maka amal anda akan percuma dan pahalanya bakal hilang. Namun saat kita memberi dengan ikhlas namun ada orang yang memuji, tersebut bukan tergolong riya'. Seperti yang dilafalkan dalam hadits inilah ini.

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu. Rasulullah SAW pernah ditanya, “Apa pendapatmu mengenai seseorang yang beramal kebajikan kemudian dia mendapat pujian dari manusia?: Beliau menjawab, “Itu ialah kebaikan yang disegerakan untuk seorang mukmin “ (H.R. Muslim 2642).

Memberi tak akan menciptakan kita miskin. Justru dengan memberi, akan menyebabkan rezeki. Dalam riwayat hadits disebutkan, "Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan menerbitkan sodaqoh." (HR. Al-Baihaqi).

Memberi dengan mengharap kembali melulu membuat kita malah terbebani. Ketika anda tidak mendapatkan pengembalian laksana yang anda harapkan, maka yang terjadi ialah kekecewaan. Dan ikhlas dalam memberi menciptakan hati anda menjadi tentram dan merasa puas sebab dapat menolong orang lain, pahala pun pun didapat.

Dalam suatu riwayat hadits dikisahkan ada seorang kawan bertanya untuk Rasulullah Saw, “Shodaqoh yang laksana apa yang sangat besar pahalanya?” Rasululah Saw menjawab, “Ketika anda bersodaqoh hendaklah anda sehat dan dalam situasi pelit (mengekang) dan saat anda takut melarat namun mengharap kaya. Jangan ditunda sampai-sampai rohmu di tenggorokan baru kamu berbicara untuk Fulan sekian dan guna Fulan sekian.” (HR. Bukhari). Wallahu A'lam.
La Tahzan - Ketika Kita Melihat Penderitaan Orang Lain, Maka Persiapkan Diri Kita
Mempersiapkan diri

Kita tak kan pernah pernah dapat menolak takdir Allah SWT. Segala sesuatu yang buruk dapat saja menimpa untuk kita. Maka anda harus sedini barangkali untuk mempersiapkan diri supaya ketika tertimpa sebuah yang buruk anda tidak kaget dan tetap santai dalam menghadapi kehidupan.

Ketika kita menyaksikan orang beda yang kesusahan, maka kita pun harus menyadari bahwa dapat jadi kita pun akan tertimpa urusan semacam itu. Ketika kita menyaksikan orang beda tak punya apa-apa, maka anda harus sadar bahwa Allah Maha Berkehendak atas segala sesuatu. Kita mesti mempersiapkan diri guna menghadapi urusan semacam itu.

Terkadang saat kita menyaksikan orang beda kesusahan ialah merupakan cerminan diri anda di masa mendatang. Kita barangkali pernah merasakan saat ada orang beda curhat mengenai masalah pribadinya, ternyata sejumlah waktu lantas kita malah terkena masalah tersebut juga. Inilah misal sederhana pentingnya mempersiapkan diri guna menghadapi bisa jadi terburuk.

Yang kesatu mesti dipersiapkan ialah hati dan pikiran. Ketika kita menyaksikan sesuatu yang tidak mengenakkan, dan urusan tersebut kita lihat dengan mata kepala sendiri. Maka persiapkan diri kita guna berjaga-jaga, tata hati kita guna menerima setiap peraturan Allah tergolong apapun yang bakal terjadi di masa mendatang.

Kita dapat belajar dari melihat, guna mengetahui bisa jadi buruk yang memungkinkan guna terjadi. Kita dapat belajar dari fenomena-fenomena yang terjadi di masyarakat, mengenai masalah sosial, agama, budaya, maupun ekonomi. Kita lihat hal-hal yang dirasa tidak cukup sesuai, dan anda mulai berbenah diri guna menerima bilamana hal yang tak baik tersebut terjadi pada diri anda sendiri.

Mempersiapkan diri juga dapat mempersiapkan dengan teknik mencari solusi, atau pilihan lain yang dapat mengalihkan, atau menjaga, atau menghindari bisa jadi buruk yang dapat saja terjadi pada diri anda sendiri, Maka inti dari mempersiapkan diri ialah legowo dan menerima segala ketetapan Allah ialah yang sangat utama, dan menggali solusi pilihan untuk menghindari bisa jadi buruk ialah langkah kedua. Wallahu A'lam.
La Tahzan - Lagu Syukron Lillah Mengandung Makna yang Luar Biasa
Lagu Syukron Lillah Penuh Makna

Masya Allah. Lagu Syukron lillah mencerminkan kehidupan keseharian yang biasa anda jalani. Terkadang kita mengharapkan sesuatu, tetapi Allah SWT tak menghendaki. Namun seringkali malah yang tidak kita mau terjadi pada diri kita.

Terkadang kita menyaksikan orang beda lebih hebat dari kita, lebih beruntung dari kita, lebih bahagia dari kita, tetapi kita tak pernah menyadari bahwa orang lainpun sama saat melihat kita. Mereka memandang kehidupan anda lebih beruntung, lebih baik, lebih bahagia daripada mereka.

Kita tak pernah menyadari bahwa seluruh yang terjadi ialah sesuatu yang Allah pilihkan guna kita, sesuatu yang baik guna kita dapatkan dan yang kita mau mungkin sesuatu yang tak baik guna diri kita. Kita paling sedikit bersyukur, berterima kasih untuk Allah SWT. maka hati anda selalu diisi dengan kekurangan, ketidaknyamanan, dan kesakitan sebab tak menemukan yang diharapkan.

Semuanya Allah pilihkan yang terbaik bikin hidup kita. Maka bersyukur akan menciptakan kita meningkat bahagia, merasa beruntung, merasa lebih baik, dan merasa kenyamanan dalam menjalani kehidupan. Apapun kondisinya, apapun yang terjadi, bersyukur ialah jalan yang tepat untuk merasakan kehidupan, menikmati nikmat yang sesungguhnya.
La Tahzan - Sekarang kita Sukses Ya
Kata-kata sukses
Sampean saiki berhasil ke yo.
Masya Allah. Ketika saya bertemu dengan rekan sepermainan masa-masa kecil, memang telah lama kami tidak berjumpa dan waktu tersebut kami bertemu di jalan, kami saling sapa senyum dan ia mengatakan untuk saya,"Sampean saiki berhasil ke yo." {Kamu telah sukses.} Seketika saya merasa senang sekaligus tergelitik.

Entah apa yang ia maksud dengan kesuksesan itu, saya tidak cukup paham dengan maksud perkataannya itu. Namun saya mengupayakan berpikir, sekitar ini saya berinteraksi dengan dia di fb walaupun jarang berinteraksi secara langsung. Saya mengasumsikan ia menyaksikan status-status saya di fb yang memang saya sengaja menyampaikan sejumlah materi mengenai blog.

Mungkin ia mengira saya telah mendapatkan pendapatan dari hasil ngeblog saya dsb, itu sangkaan saya sementara. Namun saat ditarik ke depan lagi, saya menyadari bahwa tanpa harta juga aku telah merasa sukses sebab Alhamdulillah akhir-akhir ini saya menemukan ketenangan yang spektakuler dan diberi peluang oleh Allah SWT. guna beribadah dengan perasaan yang nyaman tanpa terdapat kegalauan walaupun saya pengangguran.

Namun di sisi beda saya pun melihat kehidupan rekan saya yang masing-masing hari kerja. Luar biasa, saya merasa ia lebih berhasil dari saya, bakal tetapi barangkali ada satu urusan yang butuh ditambahkan yakni bertaqwa. Tak usah jauh-jauh bertaqwa dulu tapi dibuka dari mengawal kewajiban supaya tetap terlaksanakan tersebut mungkin lebih tepatnya.

Pikiran saya ini saya ambil dari kehidupannya di masa lalu. Memang rekan saya yang satu ini dalam beribadah kurang, tetapi motivasi kerjanya luar biasa. Jadi saya hanya beranggapan ketika ia inginkan istioqmah dalam menjalankan keharusan saja, hidupnya bakal lebih spektakuler dari pada saya.

Dari kecil ia terbatas oleh edukasi agamanya. Karena merasa terkucil dan barangkali memang ekonomi keluarganya yang hanya lumayan untuk bertahan hidup, edukasi agama mereka menjadi tidak diperhatikan. Jangankan edukasi agamanya, edukasi formalnya pun tidak maksimal. Ia sendiri melulu lulus sekolah MI/SD Sederajat.

Pikiran ini saya ambil dari masa lalunya, jadi saya tidak tahu bila ternyata ia telah berubah lebih baik, saya tidak tahu itu. Namun terdapat sedikit keunikan yang saya lihat dari dirinya. Saya merasa ia tampak bercahaya, wajahnya cerah, dan saat saya melihatnya laksana tak menyaksikan adanya aura kegalauan laksana yang biasa saya lihat di masa lalu.

Saya memandang ia telah berubah, ataupun terdapat amalan spektakuler yang menjadikan ia terlihat bersinar yang saya tidak memahami itu. Ada sejumlah dugaan saya yang menciptakan pikiran saya beranggapan itu barangkali saja terjadi.
Ibu yang Luar Biasa
Ia memiliki ibu yang taat pada syariat agama. Walaupun ia tidak berpendidikan tinggi akan namun semangat menggali ilmunya luar biasa. Bahkan andai dibandingkan, ibu saya tidak lebih hebat dari ibu saya. Setiap harinya pun berjamaah di musholla. Tak ketinggalan pekerjaan masyarakat yang pun selalu ia hadiri.

Masya Allah.

Saya memandang doa ibunya lah yang menjadikan anak-anaknya, kehidupannya lebih bersinar. Setidaknya kini masalah ekonomi telah teratasi. Di keluarganya telah ada usaha rumahan yang digarap sekeluarga. Jika terdapat orang yang lewat depan rumahnya, niscaya akan menuliskan bahwa mereka paling solid.
Berbakti untuk Orang Tua
Ayahnya telah meninggal sejumlah tahun yang lalu. Usaha tersebut sudah berjalan sejak ayahnya masih hidup. Dan sejak ayahnya meninggal kerjaan masih tetap berlangsung dan menurut keterangan dari kabar dari orang, kebiasaan kerjanya paling disiplin dan paling bonafit terhadap pelanggannya.

Ibunya yang sabarnya spektakuler sekarang sudah dapat menikmati masa tuanya. Semangat dalam beribadah dan pun semangat dalam bekerja. Iya, memang mereka terlihat paling solid. Saya mengira ada evolusi besar yang terjadi di keluarga tersebut yang merekapun tak menyadarinya.

Gesekan-gesekan yang tidak jarang terjadi masa-masa itu, sekarang barangkali sudah tidak terdapat lagi, atau paling tidak sudah berkurang. Sudah dari sejumlah tahun yang kemudian sebelum ayahnya meninggal, kakak-kakaknya telah menikah, dan rekan saya ialah anak terakhir.

Jika dulu tidak sedikit cekcok urusan sepele di keluarganya, bisa jadi sekarang telah tidak ada sejak kakak-kakaknya berkeluarga dan ayahnya meninggal dunia. Saya memandang orang yang telah berkeluarga sikapnya bakal lebih santun dikomparasikan dengan perjaka. Dan rekan saya kini sudah mau memasuki dewasa, sikapnya pun bakal berubah lebih santun, lebih dapat mengendalikan emosi.

Masya Allah begitu besarnya kuasa Allah SWT. Menjadikan suatu alur kisah yang cantik nan indah. Syair mengenai roda kehidupan benar-benar nyata adanya. Namun tak tidak sedikit orang yang menyadarinya, memikirkannya.

Kembali ke mula lagi, saat ia mengatakan untuk saya,"sampean saiki berhasil ke yo." {Sekarang Kamu Sudah Sukses}, saya menjadi berpikir. kita lebih hebat dari saya, kita lebih mendapatkan tidak sedikit dari apa yang sudah saya dapatkan. Namun kita tidak lebih beruntung dari saya. Ilmulah yang membuat anda merasa saya telah sukses, dan kita tidak memahami hal itu. Itulah letak kesuksesan saya. Wallahu A'lam.
Sukses bukan mengenai seberapa tidak sedikit harta yang telah Anda dapatkan, sukses ialah kewajibanmu terpenuhi, dan batas kehidupanmu terjaga.
La Tahzan - Hidup Ada Duka dan Ada Bahagia Tinggal Tunggu Waktunya
Selalu Ada Jalan Keluar

Jika hidup tidak jarang kali manis, maka tak bakal ada menariknya kehidupan ini. Masalah memang mesti terdapat di kehidupan ini sebab dengan adanya masalah, maka hidup ini akan sarat warna. Bahkan menulis tulisan ini juga tak semulus laksana yang kita baca ini, saya mesti merasakan masalah ketika menulis tulisan ini.

Di ketika saya sedang menulis, terdapat tamu dan saya berhenti menulis tidak mempedulikan notebook terlantar di ruang tamu. Setelah tamu pulang, saya mencatat lagi, telah saya dapatkan tulisan yang panjang lebar ternyata saat saya sedang mencatat kalimat penutup dari tulisan ini, notebook seketika mati, dan saya juga harus mengetik ulang yang pastinya isi artikelnya bertolak belakang dengan yang sebelumnya, tetapi pesan yang terdapat tetap sama.

Jadi jangan bercita-cita di dunia ini tidak terdapat masalah sebab hidup tentu ada-ada saja masalahnya. Namun di balik permasalahan seringkali ada sebuah fasilitas yang luar biasa. Percaya atau tidak sesudah saya menemukan masalah tulisan hilang dalam sekejap sebab mendadak mati, malah saya mendapatkan gagasan baru guna membuat tulisan lain.

Kita tahu di dunia ini ialah berpasang-pasangan. Allah SWT sendiri menuliskan bahwa Allah membuat makhluk berpasang-pasangan. Ada malam yang petang dan terdapat siang yang cerah benderang, terdapat laki-laki terdapat perempuan, terdapat tangan kanan terdapat tangan kiri, terdapat kaki kanan terdapat kaki kiri, dan beda sebagainya.

Kita pun sadar bahwa masing-masing kegalauan dapat kita hitung berapa lama anda telah menikmati kegalauan. Kita juga dapat menghitung berapa lama musibah datang mendekat kita, dan kita pun tahu berapa lama kegalauan menyelimuti hidup kita. Kita terlalu konsentrasi akan urusan itu, sampai-sampai kita melupakan nikmat yang masing-masing saat mendekat diri kita masing-masing saat.

Allah SWT senantiasa memberikan kesenangan setiap ketika yang tak ternilai harganya sebab terlalu mahal guna dihargai. Detak jantung anda yang paling Masya Allah. Berhenti sejumlah detik saja anda akan tak dapat menikmati kehidupan didunia lagi. Kita tak pernah menyadari urusan ini sebenarnya inilah yang setiap ketika kita rasakan kenikmatannya.

Kita terlampau biasa merasakan kesenangan sehingga anda lupa bahwa tersebut nikmat yang luar biasa, bahkan di ketika kita dalam situasi apapun kenikmatan tersebut masih saja mengalir tanpa hentinya. Maka saat kita masih mengeluh dengan adanya tidak banyak masalah yang terdapat dikehidupan, mengeluh dengan musibah yang datang, mengeluh sebab kegalauan, bahkan mengeluh sebab hal sepele, maka kita dapat dikatakan terlampau alay.

Jika anda mau menyaksikan sejarah masa silam, Nabi-Nabi dan Rasul yang hidupnya hingga ribuan tahun, berapakah masalah yang mendekat kehidupannya? telah tak terhitung lagi jumlahnya. Coba anda lihat orang-orang yang gelandangan di jalanan, meraka rela guna meminta-minta demi menemukan sesuap nasi guna bertahan hidup di bawah teriknya mentari yang panasnya tak terkira dan dinginnya malam yang menusuk jiwa. Apakah anda tetap merasa sangat susah ketika mendapat masalah?

Allah SWT tidak tuli, tidak bisu, tak tidak mempedulikan hambanya tertelantarkan, tak menyerahkan cobaan melebihi keterampilan hambanya. Allah Maha Pengasih, dengan kasih-Nya kita dapat hidup hingga sekarang, dengan kasih-Nya semua insan sekalipun ia tidak beriman mendapatkan kesenangan di dunia. Allah pun telah memastikan bahwa ujian yang diserahkan kepada hamba-Nya tak melebihi batas keterampilan hamba-Nya. Allah pun telah menilai jalan yang terbaik guna makhluknya. Semuanya terbingkai dalam qadha dan qadar Allah SWT.

Maka anda harus meyakini tersebut bahwa seluruh yang terjadi ialah yang terbaik guna diri kita. Allah tak menyulitkan hambanya. Allah Maha Pengasih dari seluruh dzat yang pengasih.

Ketika anda mendapat masalah anggaplah itu ialah ujian dari Allah SWT dan tanda telah naik derajatnya. Semakin kita dapat menyelesaikan permasalahan, maka semakin bertambah pula derajat anda di sisi Allah SWT. Percayalah masalah tersebut akan segera usai dan solusi segera anda temui. Jangan pernah bersedih, tidak boleh pernah putus asa, sebab semua ialah cobaan dan anda harus menjalaninya dengan lapang dada. Wallahu A'lam.

Komentar

Konten [Tampil]